“Ketahuilah Ray, bagi istrimu, sejak pernikahan kalian, maka tujuan hidupnya menjadi amat sederhana. Kau sering mendengar istrimu berkata,”Bagiku kau ikhlas dengan semua yang kulakukan untukmu. Ridha atas perlakuanku padamu. Itu sudah cukup.” Nah, itulah tujuan hidup istrimu. Amat sederhana. Kau tahu, istrimu benar-benar ingin menjadi istri yang baik untukmu, menjadi ibu yang baik untuk anak-anakmu. Ia tidak pandai ilmu agama, ia baru belajar itu semua saat kalian menikah. Tapi dia paham sebuah kalimat yang indah, nasehat pernikahan kalian yang disampaikan penghulu;Istri yang ketika meninggal dan suaminya ridha padanya, maka pintu-pintu surga dibukakan lebar-lebar baginya.”
Lelaki berwajah menyenangkan pada Ray, dalam Rembulan Tenggelam di Wajahmu. (via avinaninasia)
-
nadhiranadhira reblogged this from avinaninasia
-
njuz reblogged this from avinaninasia
-
avinaninasia posted this